fani webpage











{Oktober 26, 2008}  

Hembusan Nafas Cinta dalam ‘AYAT-AYAT CINTA.’

1 03 2008

Film yang baru di putar di bioskop-bioskop ini tampaknya menyedot banyak perhatian dari para pecinta film. Film yang mengangkat tema cinta, religi dan budaya ini di adaptasi dari novel terkenal karangan Habiburrahman Saerozi Alumnus Universitas Al Azhar, Cairo berjudul ‘AYAT-AYAT CINTA’. Cerita dimulai oleh seorang pemuda Indonesia yang bernama Fahri Bin Abdullah Shiddiq (Fedi Nuril) menempuh studi S2-nya di Al Azhar University.Dia tinggal bersama keempat sahabatnya : Saiful, Rudi,Hamdi dan Mishbah dalam sebuah flat yang sederhana. Fahri mempunyai seorang teman bernama Maria (Carrisa Putri) yang tinggal tepat diatas flat apartemennya. Dia puteri sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat.Maria gadis yang unik. Ia seorang Kristen Koptik suka pada Al-Qur’an. Ia bahkan hafal beberapa surat Al-Qur’an. Di antaranya surat Maryam. Sebuah surat yang membuat dirinya merasa bangga. Fahri mengetahui hal itu pada suatu kesempatan berbincang dengannya di dalam metro(angkutan di Mesir). Maria sangat perhatian terhadap Fahri.

Setiap Fahri membutuhkan bantuan, Maria dengan senang hati akan membantunya.Pada suatu hari dalam sebuah metro, Fahri yang selesai dari kediaman guru besarnya Syaikh Utsman Abdul Fattah bertemu dengan seorang wanita bercadar yang memiliki mata yang indah. Awal mula perkenalan nya ketika berada dalam metro seorang ibu yang sudah tua bersama dengan anaknya yang berkebangsaan Amerika tidak kebagian tempat duduk, kemudian wanita bercadar tersebut tak tega melihatnya dan rela memberikan tempat duduknya kepada wanita yang renta tersebut. Tetapi malah apa yang didapatkannya dari orang-orang yang berada dalam metro tersebut adalah cacian dan makian. Karena orang-orang dalam metro tersebut merasa risih terhadap apa yang dilakukan gadis bercadar tersebut yang rela menolong orang yang berkebangsaan Amerika tersebut. Orang-orang dalam metro tersebut menganggap Amerika adalah seorang teroris yang harus diacuhkan. Tak tahan melihat cacian yang diberikan kepada wanita bercadar tersebut Fahri membelanya dan meyadarkan orang-orang yang berada di metro tersebut. Itulah awal perkenalan Fahri dengan wanita bercadar yang bernama Aisha (Rianti Cartwright) hingga akhirnya mengantarkan mereka ke jenjang pernikahan.

Mengetahui bahwa Fahri bersanding dengan Aisha seorang gadis yang juga sahabat fahri dari Indonesia bernama Nurul (Melanie Putria) merasa kecewa. Sudah lama Nurul jatuh hati pada Fahri, tetapi rasa cinta nya hanya dia ungkapkan pada buku hariannya saja. Begitu pula dengan Fahri, dia sebenarnya menaruh hati pada Nurul. Tetapi dia merasa ragu untuk mengungkapkan isi hatinya karena dia merasa dirinya hanyalah seorang anak petani biasa yang bermimpi untuk bersanding dengan nurul puteri seorang kiai besar, pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Fahri merasa bersalah terhadap Nurul yang belakangan dia ketahui juga menaruh hati pada dirinya setelah hatinya diserahkan sepenuhnya kepada Aisha, tidak hanya Nurul, setelah mengetahui Fahri telah bersanding dengan Aisha, Maria merasa kecewa dan patah semangat terhadap hidupnya. Setelah Fahri mulai dengan hidup barunya dengan Aisha, timbul masalah yang datang dari Noura (Zaskia Adya Mecca ), seorang gadis malang yang selalu disiksa ayah nya Bahadur. Tetapi belakangan diketahui bahwa ternyata Noura bukan anak kandung dari Bahadur melainkan anak dari Tuan Adel.

Masalah dimulai ketika Noura menuduh Fahri telah memperkosanya. Fahri merasa yakin bahwa dia tidak memperkosanya. Dia hanya menaruh rasa kasihan dan ingin menolong Noura dari siksaan Bahadur. Tetapi atas perintah Bahadur dan rasa sayang noura kepaa Fahri dia tega memfitnah Fahri telah memperkosanya. Saksi satu-satunya yang bisa membebaskan Fahri adalah Maria, tetapi Maria jatuh sakit karena mengalami kecelakaan ditabrak oleh mobil suruhan Bahadur. Maria berhari-hari terbaring di rumah sakit, dan Aisha datang menjenguknya untuk meminta bantuan Maria membebaskan Fahri. Hingga akhirnya Aisha menemukan Buku Harian Maria yang kemudian diketahui bahwa Maria telah lama jatuh hati Kepada Fahri, tetapi tak bisa dia ungkapkan karena merasa beda keyakinan. Kemudian Aisha Meminta Fahri untuk menjenguknya dan sekaligus menikahi Maria. Setelah Pernikahan Berlangsung Akhirnya Maria Tersadar dan bersedia bersaksi untuk Fahri. Fahri pun tebebas dari penjara dan Bahagia menjalani Hidupnya Bersama kedua istrinya Aisha dan Maria. Hingga pada suatu hari penyakit yang diderita Maria Kambuh. Menjelang Akhir hidupnya Maria meminta Fahri untuk mengajarkan dia Syahadat dan Shalat.

Dalam keadaan berbaring Maria Melakukan shalat dan akhirnya menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya sesudah melafalkan Syahadat dan Shalat. Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya.

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini mengandung pesan moral sekaligus pembangun jiwa generasi muda saat ini.



{Oktober 26, 2008}  

Denias, Senandung di Atas Awan

31 10 2006

Kemarin (30/10) pulang kantor, biar kate jau gw bela2in ke blok m, cuma buat nonton Denias. ternyata, nomatnya Danias sepi penonton, kali yg niat gw doang dan yg laen cuma penonton buangan yang keabisan tiket nonton kuntilanak.

Image Hosted by ImageShack.us

Awalnya gw tertarik setelah baca sinopsisnya di koran beberapa minggu lalu. disana dibilang, saking seriusnya film ini digarap, sampe ceritanya sendiri rada2 tertutupi sama screen2 yang dibuat fotografik abiss tuk menguak alam papua yang masih perawan… (whaaa.. gw bangettt!)
Ceritanya sangat menyentuh. ada anak bernama denias, anak papua asli yang pengen banget sekolah. sekilas emang ni film pak harto banget. tp kl diteliti lebih dalem, sebenernya ga ada salahnya kita mulai lagi nonton film2 nasionalis nan idealis ky gini. dengan film ini pula, kita tsadarkan, kl ga semua orang beruntung bs sekolah ky kita.

Buat yg seneng motret, gw berani jamin loe pasti seneng nonton denias. setiap angle kynya dipikirin mateng2, sampe dari setiap potongan gambar komposisinya enak banget diliat. kata arip, ini film pengejawantahan dari sekumpulan foto2 bergerak (thx to Yudi Datau, the Cinematographer, yg pernah juga bikin Soe Hok Gie sama Kuldesak).

Image Hosted by ImageShack.us

Film garapan ali sihasale ama istrinya ini disutradrai oleh Jhon De Rantau yg semula cuma gape bikin sinetron dan belon pernah jadi sutradara layar lebar. Menurut gw, Denias d’movie berhasil menyatukan beberapa unsur film seperti ide cerita, musik, dan sinematografi. ceritanya bs bikin lu nangis, ketawa, atau bahkan terheran2 sama tingkah saudara2 kita nan jau disono yg mungkin beda banget adatnya sama kita. walopun sesekali terlihat ada titipan pesen alias iklan, tp secara keseluruhan film ini keren banget.

so, tonton deh filmnya. kl perlu beli VCD or DVDnya biar bs dishare ke anak2lu kelak. abis nonton Denias, lu ga bakalan nyesel deh kl pernah lahir, gede dan sekolah di indonesia (ta’eala)..



{Oktober 26, 2008}  

Sinopsis Film Syahadat Cinta

Syahadat CintaSinopsis Film Syahadat Cinta

Film ini menceritakan tentang petualangan anak muda kota yang bengal, tukang mabuk, dan suka berkelahi, dalam mencari jati diri, cinta dan tuhannya

Film berkisah tentang Iqbal (Arief Rahman) terhentak penyesalan karena membuat ibunya, Ibu Dewi (Minati Atmanagara) celaka hingga menderita koma. Penyesalan tersebut membuatnya terjun kedunia pesantren pimpinan Kyai Shidiq (H Muchtar Sum). Disanalah ia mencoba mencari Tuhan sekaligus ingin mengalahkan masa lalu yang kelam.

Ternyata perjalanan pencariannya itu tak mudah. Perilaku metropolis membuat dirinya tidak sabar berbenturan dengan aturan serta tata cara perilaku orang pesantren. Iqbal akhirnya mengalami friksi dengan berbagai orang, diantaranya adalah Aisyah (Imel ) yang tak lain adalah cucu dari sang Kyai.

Dirinya kemudian terusir dari lingkungan pesantren, dan ia terdampar di Solo. Namun dikota inilah ia bertemu dengan Ibu Jamilah (Donna Harun) yang miskin tapi Sholeh. Ditempat inilah ia menemukan keangungan Islam, dan bertekad untuk menjadi seorang mualaf. Tetapi di saat ia mulai menemukan Tuhan, jsutru dirinya berurusan dengan aparat, tersangkut masalah teroris.

Namun, berkat kesaksian beberapa orang yang mengenal dirinya, akhirnya ia bebas, kemudian ia pun dijemput kembali masuk pesantren.

Menurut Gunawan film ini akan sangat menarik, karena selain memiliki cerita yang kuat didukung oleh para pemain senior dan peralatan yang canggih dengan menggunakan pita seluloid dan kamera BL-IV. Film ini rencananya akan dirilis dibioskop pada Juni 2008.



{Oktober 26, 2008}  

Laskar Pelangi – Sebuah Karya yang Layak dipuji

September 13, 2008 · Cetak artikel


By Andrea Hirata
Bentang Yogyakarta, Cet 19, Maret 2008 534 hal.

Too good to be true
Banyak orang yang mempunyai cerita masa kecil yang menakjubkan, Cuma tidak semua orang bisa menuliskan pengalaman masa kecil itu dengan indah dan luar biasa seperti yang dilakukan oleh penulis buku ini. Andrea Hirata, Andrian Hirata, Andrian Saman Said alias Andis. Pengalaman masa kecil Andrea kebetulan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, hingga saya berpikir its too good tobe true atau bahkan too bad to be true kalau memang kisah ini adalah kisah nyata karena tidak disebutkan secara eksplisit oleh andrea.

Ikal [Andrea kecil] dan laskar pelanginya mengalami peristiwa-peristiwa kehidupan yang getir, ironis tapi disampaikan dengan gaya anak-anak yang tetap saja mencerminkan keluguan dan kelucuan.

Laskar pelangi beranggotakan 10 anak nelayan dan pekerja tambang PN Timah. Lintang si jenius, Mahar si seniman, Borek si Samson, Kucai si mulut besar yang tidak bisa menatap lurus, Syahdan si kecil nan lembut hati, Trapani si tampan yang tidak bisa lepas dari ibunya, Sahara si cewek judes yang sangat menyayangi Harun yang terbelakang mental, Akiong si Hokian yang polos dan Ikal si pemimpi. Kelak anggota laskar pelangi bertambah 1 orang bernama Flo si tomboy anak gedongan. Mereka berjuang menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Belitong Timur yang nyaris roboh [Andrea menyebut sekolah gudang kopra, bahkan dilihat dari atas gunung selumar pun tetap terlihat seperti gudang kopra].

Cerita diawali dengan hari pendaftaran murid baru sekaligus hari pertama masuk SD Muhammadiyah Belitong Timur. Pendaftaran murid baru ini sangat mendebarkan karena harus ada paling sedikit 10 orang pendaftar agar sekolah ini tidak ditutup oleh dinas p dan k setempat. Sampai dengan batas waktu yang ditetapkan jam 11 siang baru ada 9 orang pendaftar dan saat Kepala Sekolah hendak mulai berpidato terakhir penutupan sekolah tiba-tiba sahara melihat harun di kejauhan tergopoh-gopoh datang bersama ibunya, dan genaplah hari itu murid baru berjumlah 10 orang.

Tapi selanjutnya saya harus jauh masuk ke halaman 50 an sampai saya mendapatkan feel dari buku ini. Halaman-halaman awal itu terasa agak bertele-tele meski ada cerita menarik tentang Lintang yang harus bersepeda 80 km pulang pergi melewati rawa sarang Buaya untuk bisa sampai ke sekolah dan dia sudah merasa sangat senang meski hanya bisa ikut menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir pelajaran…. mengharukan.

Laskar pelangi dibimbing oleh dua orang guru yang luar biasa yaitu Nyi Ayu Muslimah Hafsari Hamid [bu Mus] dan Ki Agus Harfan Fadillah Zein Noor yang hanya menerima upah beberapa kilo beras tiap bulannya.

Isu pokok dalam buku ini adalah pendidikan, tentang bagaimana anak-anak kurang beruntung berjuang memperoleh haknya dalam buaian kemelaratan yang ironis karena mereka tinggal di Pulau yang kaya hasil tambang tetapi tebaran papan peringatan “DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK MEMILIKI HAK” seakan menjadi tembok tinggi penyekat antara peradaban moderen dan keterbelakangan, antara orang staf PN timah dan orang Melayu asli Belitong.

Andrea Hirata menyampaikan ceritanya dengan kekuatan imajinasi yang kuat sehingga penggambaran tokoh, suasana dan peristiwa begitu terasa nyata. Buku ini sedemikian bagusnya sampai-sampai banyak sekali pujian dari berbagai tokoh, katakanlah A. Syafi’i Ma’arif sampai Sapardi Djoko Damono [idola saya] bahkan Garin Nugroho pun memberikan pujian untuk buku ini.

Tapi tak ada gading yang tak retak meskipun mungkin ini hanya dari sudut pandang saya saja yang bodoh. Andrea sangat banyak menuliskan istilah dan kata asing dalam buku ini. Belum-belum kita sudah disuguhi kata Fillicium, Antedelivium dll. Dan coba lihat apa yang dinyanyikan oleh Mahar waktu dia pertama kali mendapat kesempatan maju ke depan kelas untuk bernyanyi? Tennesse Waltz [duh aku kuper amat sih sampai detik ini gak tahu lagu ini] waktu itu dia masih SD kan? [urutan kejadian juga menjadi masalah bagi saya dalam buku ini] di lain waktu dia menyanyikan lagu Leaving On a Jet Plane [lha kalo yang ini saya tahu]

Yang juga mengganggu bagi saya adalah electone dalam grup musik yang mereka dirikan, anak-anak miskin di daerah miskin di sekolah miskin itu?. Kemudian lagu-lagu yang dimainkan grup ini lebih luar biasa lagi Lighting My Fire milik The Doors, Owner of Lonely Heart – Yess dan apa yang dinyanyikan Ikal pas dia jatuh cinta pada Aling anak pemilik toko kelontong kumuh tempat dia biasa membeli kapur? All I Wanna Do Is Dream…

Kelihatannya Andrea ingin mengesankan bahwa buku ini adalah bacaan modern kalau tidak mau dibilang Andrea ingin mengesankan dirinya sendiri sebagai penulis yang punya pengetahuan luas tentang dunia ilmu pengetahuan dan seni. But Thats OK! Buku ini tetap menjadi favorit saya terlepas dari gangguan-gangguan yang ada.

Kalo saya jadi teringat masa kecil saya yang tidak kalah mengharukan itu cerita lain lagi…

Saya yang hampir gak bisa meneruskan SMA dan harus bersekolah di pelosok kampung kaki gunung sumbing yang malah akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman luar biasa juga…

Saya yang harus merasakan pahit getirnya kehidupan orang tua yang terjerat rentenir jahanam…

Tentang pelepah pinang yang dijadikan mainan luncuran saat hujan di got samping masjid yang curam…

Tentang petualangan di Sungai Progo sampai hampir tewas tenggelam…

Mahar dan Trapani mengingatkanku pada Joko Imam

Kucai pada Mujib

Samson pada Soleh yang dulu berhasil membujuk aku untuk naik sapi jantan yang sedang tiduran untuk kemudian dia sentakkan ekornya sehingga sapi itu meloncat dan saya dengan sukses terjerembab ke kotoran…

Sahara pada Siti…

Akiong pada Sapto AKN yang manut saja jadi bahan pukulan Soleh dkk…

Harun pada Bambang tetangga seusiaku yang sampai saat ini masih jadi teman main setia Naya anakku…



{Oktober 26, 2008}  

Kamis, 14/12/2007 15:36
The Special One: Rock Yovie & Nuno!

Yovie & Nuno kembali dengan mempersembahkan album ke-3 mereka bertajuk ‘The Special One’. Album ini memang spesial, tanpa personel lengkap Yovie & Nuno lebih nge-rock.

Diakui Yovie Widianto, album Yovie & Nuno kali ini memang terdengar lebih nge-rock dengan masih mengusung modern pop sebagai dasarnya. Ini terasa kental di lagu ‘Dia Milikku’, ‘Bunga Jiwaku’ juga ‘Menjaga Hati’.

‘Menjaga Hati’ yang jadi lagu andalan pertama, dikemas dengan beat yang powerfull, sedikit rock dan kolaborasi biola yang manis. Bisa dibilang lebih “bising” dari hits-hits Yovie & Nuno sebelumnya.

Sementara di lagu ‘Ku Tak Suka Lagu Ini’, eksplorasi rock lebih dalam. Gitar meraung-raung dengan nuansa dark rock. Namun intonasi liriknya terdengar oldies. Cukup menyita perhatian karena awalnya terdengar aneh, namun kemudian bisa membuat Anda memutar ulang lagu ini. Sekedar ingin tahu lebih detil atau mungkin sudah ketagihan.

Kali ini Yovie & Nuno memang tak hadir dengan personel lengkap. Berbeda dari album ‘Kemenangan Cinta’ di tahun 2004, Gail (vokal), Ersta (bass) dan Rere (drum) telah hengkang dari band yang didirikan Yovie ini.

Namun formasi band yang hanya terdiri dari Yovie Widianto, Dudi Oria (vokal), Diat (gitar) dan Dikta (vokal) itu tak mengurangi keindahan komposisi lagu-lagu baru mereka. Setidaknya babak baru dari kehidupan Yovie & Nuno telah dimulai dan mereka menapaki langkah pertama dengan sukses. Rock!

Daftar track ‘The Special One’ Yovie & Nuno:
1. Dia Milikku
2. Menjaga Hati
3. Janji Suci
4. Bunga Jiwaku
5. Seperti Bintang (Menanti Jawabanmu)
6. Ku Tak Suka Lagu Ini
7. Sejuta Cinta
8. Hey! (Flirting)
9. Jalan Diam-diam
10. Tak Pandai Memilih (Pacarku Dua)
11. Sempat Memiliki



dan lain-lain