
Marcel Chandrawinata
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| Marcel Chandrawinata | |
|---|---|
![]() |
|
| Lahir | 29 Maret 1987 |
Marcel Chandrawinata (lahir di Jerman tanggal 29 Maret 1987), dengan nama panggilan sehari-harinya adalah Marcel. Dalam dunia hiburan Indonesia dia dikenal sebagai aktor film, sinetron dan bintang iklan. Dia mulai dikenal publik sekitar tahun 2005 setelah membintangi film Catatan Akhir Sekolah dan juga film Alexandria.
Mischa Chandrawinata Cinlok dengan Putri Titian
Kamis, 15 Mei 2008 – 18:38 wib
Finalia Kodrati – Okezone
Mischa Chandrawinata (Foto:Yulianto/Sindo)
JAKARTA – Mischa Chandrawinata cinta lokasi dengan lawan main di sinetron, Putri Titian. Saat ini, Mischa sedang melakukan pendekatan dengan Putri.
“Ah itu cuma gosip. Gue sama Putri memang dekat. Gue senang godain dia karena imut-imut dan lucu. Tapi, gue nggak ada hubungan. Mereka (Marcel dan Sheila) saja yang suka iseng. Soalnya, kata mereka, gue dan Putri Titian sama-sama bawel. Jadi cocok,” jelas Mischa di lokasi syuting Gara-Gara Cinta, di Taman Jati Indah nomor 1, Pangkalan Jati Cinere, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2008).
Pemeran Andes di sinetron Gara-Gara Cinta yang ditayangkan RCTI setiap hari pukul 18.00 WIB itu mengaku, saat ini dia belum terpikir untuk mencari kekasih.
“Gue masih senang main-main dan belum bisa serius. Kasihan cewek yang jadi pacar gue kalau guenya masih asyik dengan diri sendiri. Lagipula, gue merasa lebih bebas kalau sendirian begini,” tuturnya.
Mischa tetap memiliki keinginan mencari seorang wanita yang tentunya memenuhi kriteria yang diharapkannya.
“Gue senang cewek yang pengertian, nggak manja, dan harus easy going. Gue mau pacar yang dewasa. Capek kalau pacaran sama cewek yang manja,” tukasnya.(lsi)(ang)

Ia dikenal masyarakat lewat ajang Putri Indonesia 2005. Saat itu Ia diutus propinsi DKI Jakarta. Bahkan, Ia berkesempatan mewakili Indonesia bertarung di Miss Universe 2006 yang berlangsung di Shrine Auditorium, Los Angeles, Amerika Serikat. Ia berhasil meraih juara kedua untuk Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan.
Siapa lagi kalau bukan Nadine Chandrawinata. Perempuan keturunan Indonesia-Jerman ini, mengenakan gaun tradisional ala Ratu Kencono Wungu atau Tribhuwana Wijayatungga di Miss Universe itu.
Akibat keikutsertaannya dalam acara dunia itu, Bintang film REALITA, CINTA DAN ROCK’N ROLL (2006) ini didemo Mujahidah (anggota FPI) ke Polda Metro Jaya pada 19 Juli 2006. Nadine dituduh melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan dalam keikutsertaanya di ajang Miss Universe 2006.
Pemilik tinggi badan 174 cm yang juga kakak bintang sinetron kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata ini masih tercatat sebagai mahasiswi London School.
(Eric Senjaya/Sumber:KPL)
Catherine Wilson, Naksir Cowok Kembang Goyang
Selasa, 8 April 2008 – 15:29 wib
Finalia Kodrati – Okezone
Catherine Wilson (Foto:Johan/Okezone)
JAKARTA - Wajah cantik, bodi aduhai tak membuat Catherine Wilson gampang dapat pacar. Hingga kini dia masih jomblo. Pernah naksir cowok, tapi ternyata kembang goyang. Lho?
“Sekarang susah cari cowok. Gue naksir cowok ganteng, keren, tapi ternyata kembang goyang (homo), tangannya keriting. Kalau cowok gue selingkuh sama cewek, gue masih bisa bersaing. Kalau dia selingkuh sama cowok, ih jijik banget,” kata Catherine sambil tertawa di lokasi syuting, Jalan Sirsak, Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2008).
Umur sudah 27 tahun, model dan bintang film ini tidak mau dikejar-kejar target menikah. Dia cuma berharap umur 30 tahun bisa menikah.
“Gue ingin menikah umur 30 tahun. Sekarang gue 27, masih ada tiga tahun lagi lah. Santai aja,” ucapnya.(ang)
PUTRI TITIAN MAKIN MELEJIT
![]()
Kapanlagi.com – Nama bintang utama sinetron SISSY AAJAH – Putri Titian dirasa makin ngepop. Cewek berwajah innocent ini membawakan karakter si Sissy secara pas. Tak ayal sinetron remaja ini banyak digemari dan ditunggu para pemirsa. Selain itu nama Putri Titian semakin diperhitungkan di ranah sinetron. Pun begitu tak banyak yang berubah dari siswi kelas satu SMA ini. Ia tetap ramah dan rendah hati.
Tak banyak obsesi yang diumbarnya setelah meraih sukses. Ia merasa masih perlu banyak belajar. “Mungkin untuk layar lebar belum, sementara ini obsesiku semuanya bisa nonton sinetron SISSY AJAH, ungkapnya ceria. Ditemui di Bundaran HI, Kamis (14/6) Putri Titian kedepan hanya menginginkan peran yang beda. Dengan begitu ia bisa merasakan tantangan yang lain.
Mengenai sinetron debutnya yang kebanyakan bercerita cinta remaja, Putri menganggap adegan pacaran yang ada di SISSY AJAH masih bersifat positif. Kebanyakan adegan pacaran dilakukan dengan cara belajar. “Jadi tidak ada negatifnya,”ujarnya.
Putri sendiri sampai sekarang mengaku masih jomblo. “Aku masih belum mau pacaran dulu. Aku lebih senang persahabatan. Dan persahabatan beda dengan pacaran,” pungkasnya. (kl/wwn)
Donna Agnesia dan Darius Sinathrya, Cita-cita Tidak Sampai
| Darius dan Donna, Cita-cita nggak kesampaian |
Pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinathrya berencana menyekolahkan anaknya, Lionel Nathan Sinathrya (1 tahun), ke sekolah sepak bola yang ada pendidikan formalnya.
Sudah ada beberapa sekolah yang menjadi sasaran, dalam dan luar negeri. Tapi, sangat mungkin di luar negeri, salah satunya di sekolah sepak bola milik mantan pemain Timnas Belanda Johan Cruyff.
“Di sana ada akademi sepak bola juga sekolah formalnya. Tapi, biayanya gila, mahal banget, makanya sekarang lagi menabung,” kata Donna saat ditemui di SDN 01 Menteng, Rabu, 18/6-2008.
Meski begitu, semua bergantung Leo -sapaan akrab Lionel. Jika Leo menolak, Donna dan Darius tidak kuasa memaksa.
“Tapi, dia kelihatannya sudah punya bakat. Setiap ada benda di bawah pasti ditendang. Lagi pula sejak awal kami sudah kenalkan sepak bola,” terus Donna.
Leo memang diharapkan menjadi atlet, khususnya sepak bola, sekaligus memperoleh ilmu dari sekolah formal. Kata Donna, menjadi atlet itu cita-citanya bersama Darius yang tidak tercapai.
Donna mengatakan, dirinya sejak kecil berharap jadi atlet bulu tangkis. Dai pernah berniat masuk pusat pelatihan bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur, tapi tidak jadi. Begitu pun Darius yang lahir di Kloten, Swiss, itu.
“Sejak kecil Darius pengin jadi pemain sepak bola, tapi nggak kesampaian,” imbuhnya.
Diakui keduanya, porsi mengenalkan sepak bola kepada Leo jauh lebih besar daripada memperkenalkan dunia artis, dunia tempat Donna dan Darius mengais rezeki.
Kenapa ? “Nggak pernah secara langsung. Paling dibawa ke lokasi syuting sesekali. Toh kami dulu juga nggak pernah bercita-cita jadi artis. Ya, kalau Leo nggak kesampaian jadi pemain sepak bola, terus jadi presenter sepak bola seperti orang tuanya, ya sudahlah. Mungkin rezekinya di situ,” candanya, lantas tertawa.
Rencana pendidikan anak itu memang menjadi salah satu prioritas Donna dan Darius dalam membesarkan anaknya.
“Siapa tahu juga suatu saat anak saya main di piala dunia. Mungkin, Indonesia bisa ikut piala dunia,” harapnya. (idp/ly/foto:lily)
Donna Agnesia: Memang Suka Bola
Paras cantiknya pasti tak asing lagi bagi para penggemar sepakbola, apalagi bagi mereka yang rajin menyimak acara-acara yang ditayangkan World Cup Center SCTV. Siapa lagi dia, kalau bukan Donna Agnesia?Kini, Donna memang selalu muncul setiap malam Minggu di acara World Cup Center SCTV. Pasangan Donna dan Darius terlihat amat klop membawakan berbagai acara World Cup Center yang disiapkan secara khusus untuk pemirsa SCTV, khususnya pecinta sepakbola. Sebagai Saluran Resmi (Official Broadcaster) Piala Dunia 2006, SCTV akan menyiarkan secara langsung pertandingan-pertandingan di ajang kejuaraan akbar sepakbola itu plus berita, gosip, dan berbagai feature seputar Piala Dunia 2006.
Donna terlihat amat pas dengan tayangan yang beraroma sepakbola. Ia punya wawasan yang luas tentang dunia si kulit bundar. Maklum, Donna memang menyukai cabang olahraga yang satu ini sejak ia kecil. “Kalau aku cowok, pasti aku juga akan main bola,” kata Donna menggambarkan kegandrungannya pada sepakbola.
“Dulu, kebetulan Papaku suka nonton bola. Papaku juga suka main bola. Memang, di rumah anak-anaknya perempuan semua, tapi aku jadi terbawa ikut-ikutan nonton sepakbola,” begitu perempuan kelahiran Jakarta, 8 Januari 1979 ini bercerita. “Akibatnya, aku jadi suka sepakbola. Jadi, kalau Papa tak ada di rumah pun, aku suka nonton bola sendiri.”
Putri kedua dari Edwin Yoseph Wayong dan Wendy Shirley O’Keefe ini juga masih ingat, ajang kejuaraan Piala Eropa 1988 adalah turnamen yang menjadi awal keterpikatannya pada sepakbola. Kala itu, ia sebetulnya baru duduk di kelas dua sekolah dasar (SD). Aksi-aksi dari trio Belanda, Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard, yang bermain di Piala Eropa masih sangat melekat dalam ingatannya.
Para pemain bintang yang mengantarkan Belanda menjadi juara Piala Eropa 1988 itu kemudian menjadi idola Donna sampai sekarang. Bukan hanya kepada para bintangnya, ia juga kagum kepada tim Belanda. “Jadi, sekarang pun, di Piala Dunia 2006 ini, aku menjagokan Belanda sebagai calon juara,” ucap Donna.
“Belanda adalah tim yang permainannya sangat bagus, ingat saja gaya total football mereka,” tutur Donna menambahkan. “Tapi mereka belum pernah menjadi juara dunia sampai sekarang. Akhirnya, kan mereka dijuluki tim juara tanpa mahkota. Nah, mudah-mudahan, sekarang mereka bisa jadi juara.”
Tentu saja ketertarikannya kepada tim Oranye bukan sekadar akibat aksi-aksi brilian Ruud Gullit cs. Ibundanya adalah wanita Ternate yang memiliki garis keturunan yang tersambung dengan Negeri Kincir Angin itu sehingga, di rumahnya, tim Belanda selalu mendapat dukungan besar.
Lantas, siapa saja pemain favorit dari wanita yang memiliki kegemaran menonton film, membaca, dan belanja ini? Tanpa keraguan Donna menyebut pemain favoritnya adalah pemain Juventus dan tim nasional Italia, Gianluca Zambrotta. Sedangkan untuk pelatih, ia menunjuk Marco van Basten. “Tapi, kalau secara umum sih banyak pemain yang aku kagumi,” katanya. “Misalnya, kalau menyangkut pemain yang memiliki skill luar biasa, maka aku mengagumi Ronaldinho.”
Sebagai presenter World Cup Center, Donna mengaku ia harus terus berupaya menambah pengetahuannya tentang dunia sepakbola agar ia bisa membawakan acara tersebut lebih bagus lagi. “Jadi, aku memang mesti lebih banyak membaca koran, tabloid olahraga, juga mencermati internet,” katanya. “Terus, yang jelas, aku pun harus menjaga kesehatan.”
Kesehatan dan stamina menjadi modal utama seorang presenter. Apalagi acara World Cup Center dan siaran langsung Piala Dunia ditayangkan tengah malam sampai dini hari. Karena itu, Donna bertekad akan menjaga fisik, mental, dan juga stamina. “Apalagi nanti acaranya sebulan penuh,” katanya. Hal ini tak akan menjadi kendala besar buat Donna. Soalnya, lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, ini memang punya hobi berolah raga. (SH)






