| Nangis Rekaman 7 Jam | |
|
|
| Monday, 05 May 2008 | |
Empat tahun berlalu sejak gemerlap Akademi Fantasi Indosiar (AFI), nama Theodora Melani Setyawati yang memenangi ajang reality show tersebut tak lagi terdengar. Dalam kurun waktu itu, gadis yang akrab disapa Tia ini rupanya sibuk belajar dan belajar dalam rangkaian totalitasnya sebagai penyanyi.
Setelah pergulatan panjang dalam mempersiapkan album, kini Tia menjelma jadi kupu-kupu cantik yang mengepakkan sayapnya. Dia siap menyambangi Tianist -istilah untuk penggemar Tia–yang sudah lama menantikan kehadirannya. Metamorfosis itu diwujudkan dalam kemasan sebuah album solo berjudul Tulus yang rilis 15 April 2008. “Saat pertama mendengar lagu Tulus saya langsung merasa bahwa lagu ini saya banget karena sesuai dengan karakter vokal saya dan cara membawakannya,” tutur Tia mengenai proses rekaman tembang ciptaan Teguh Vagetoz yang juga jadi label albumnya. Yang menarik, lanjut Tia, proses rekaman lagu Tulus yang memang disajikan dalam format duet dengan Teguh ini tidak dilakukan dalam satu studio secara bersamaan. “Saya rekaman di Jakarta, sedangkan Teguh rekaman di Sukabumi. Tetapi kami bisa menemukan nyawa lagu ini sehingga penghayatannya dapat total,” ungkap Tia yang mencoba melepakan diri dari ikon AFI. Penyanyi yang bernaung di bawah label Sony BMG ini menyanyikan 30 persen lagu-lagu berirama rancak di album tersebut. Padahal, biasanya gadis kelahiran 7 Mei 1982 itu membawakan lagu pop ballad. Selain Tulus, Teguh juga menciptakan lagu berjudul Tak Mungkin Menduakan Cintanya, yang aransemennya dipercayakan pada Tohpati. Lagu ballad ini sangat menyentuh dengan iringan piano dan gitar yang indah. |



Empat tahun berlalu sejak gemerlap Akademi Fantasi Indosiar (AFI), nama Theodora Melani Setyawati yang memenangi ajang reality show tersebut tak lagi terdengar. Dalam kurun waktu itu, gadis yang akrab disapa Tia ini rupanya sibuk belajar dan belajar dalam rangkaian totalitasnya sebagai penyanyi.







