fani webpage











{Januari 3, 2009}  
Nangis Rekaman 7 Jam Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Monday, 05 May 2008
ImageEmpat tahun berlalu sejak gemerlap Akademi Fantasi Indosiar (AFI), nama Theodora Melani Setyawati yang memenangi ajang reality show tersebut tak lagi terdengar. Dalam kurun waktu itu, gadis yang akrab disapa Tia ini rupanya sibuk belajar dan belajar dalam rangkaian totalitasnya sebagai penyanyi.

Setelah pergulatan panjang dalam mempersiapkan album, kini Tia menjelma jadi kupu-kupu cantik yang mengepakkan sayapnya. Dia siap menyambangi Tianist -istilah untuk penggemar Tia–yang sudah lama menantikan kehadirannya. Metamorfosis itu diwujudkan dalam kemasan sebuah album solo berjudul Tulus yang rilis 15 April 2008.

“Saat pertama mendengar lagu Tulus saya langsung merasa bahwa lagu ini saya banget karena sesuai dengan karakter vokal saya dan cara membawakannya,” tutur Tia mengenai proses rekaman tembang ciptaan Teguh Vagetoz yang juga jadi label albumnya.

Yang menarik, lanjut Tia, proses rekaman lagu Tulus yang memang disajikan dalam format duet dengan Teguh ini tidak dilakukan dalam satu studio secara bersamaan. “Saya rekaman di Jakarta, sedangkan Teguh rekaman di Sukabumi. Tetapi kami bisa menemukan nyawa lagu ini sehingga penghayatannya dapat total,” ungkap Tia yang mencoba melepakan diri dari ikon AFI.

Penyanyi yang bernaung di bawah label Sony BMG ini menyanyikan 30 persen lagu-lagu berirama rancak di album tersebut. Padahal, biasanya gadis kelahiran 7 Mei 1982 itu membawakan lagu pop ballad. Selain Tulus, Teguh juga menciptakan lagu berjudul Tak Mungkin Menduakan Cintanya, yang aransemennya dipercayakan pada Tohpati. Lagu ballad ini sangat menyentuh dengan iringan piano dan gitar yang indah.
Komposisi lain yang melengkapi album ini adalah Harapanku, Sorry Mama, Adilkah Ini, Ingin Bersamamu, Kau Tak Memilihku, Selama Ada Hari, Semoga, dan Biarkan Aku. Di lagu Ingin Bersamamu, kekuatan vokal Tia benar-benar diuji. Pasalnya untuk melantunkan lagu yang diracik dalam nada pop rock, R&B soul ini Tia harus meniti rangkaian nada-nada tinggi secara meliuk-liuk tanpa henti.
Tak heran jika saat proses recording perlu take hingga tujuh jam hingga Tia menangis dibuatnya. “Pihak label perfeksionis banget,” ungkap Tia yang mengaku harus diet ketat sebelum merilis album solonya ini agar bisa tampil bersiluet indah. pra



{Januari 3, 2009}  
Tere
Latar belakang
Nama lahir Theresia Ebenna Ezeria Pardede
Lahir 2 September 1979 (umur 29)
Jakarta, Indonesia
Genre Pop
Pekerjaan Penyanyi
Tahun aktif 2002 – sekarang
Pasangan Eka Nugraha
Orang tua T.M Pardede (Ayah)
Lersiana Purba (Ibu)

Theresia Ebenna Ezeria Pardede lebih dikenal sebagai Tere (lahir di Jakarta, 2 September 1979) adalah penyanyi Indonesia. Putri pasangan T.M Pardede dan Lersiana Purba itu dikenal mempunyai karakter vokal yang kuat dan kemampuan menulis lirik lagu yang berani.



{Januari 3, 2009}  
Aug
26

Ello Album Repackage

Posted by MP3 (0) Comment

Download MP3 Gratis Ello Album Repackage

01
Gadisku
02
Keretamu
03
Pergilah Dariku
04
Bila
05
Mungkin Mereka Bilang
06
Sudahlah
07
Terbaik
08
Kau Bukan Kekasihku
09
Kau
10
Dirimu
11
Kekasih Khayalan
12
Sampaikan Padanya
13
Kisah Kita Tlah Usai
14
Pergi Untuk Kembali
15
Download Album


{Januari 3, 2009}  

Canadian pop/rock band Hello Kelly set to release self-titled album April 15th

leave a comment »

hello-kelly-promo-photo-print.jpg(NASHVILLE, TN) March 11, 2008—Canadian-based pop/rock band Hello Kelly announced they will release their highly anticipated full-length album on April 15th through 7 Spin Music.  The self-titled album, which was produced by Adam Smith, follows the highly successful Green Things Grow EP, which was released in March 2007. 

Whether they’re blasting through an upbeat riff-rock power tune or moving gently through one of their stirring ballads, Hello Kelly will put a smile on your face and keep it there.  From the vibrant and colorful guitar-work, to the tingling synth leads that never get old, these Canadian rockers have constructed a sound that is teeming with fresh melodies, creative arrangements and lyrical confidence.

No strangers to the road, Hello Kelly has been touring throughout Canada and the U.S. for the past three and a half years, sharing the stage with some of the biggest names in Christian music – Superchick, Rebecca St. James, John Reuben, Kids In The Way and Starfield, just to name a few. Over that time the band has played shows from Alberta to Nova Scotia as well as in the U.S.   

In addition, the band has seen great radio support with three songs from their previous EP The Modern Day Fades Away, which was released in 2006, reaching #1 at Christian radio in Canada. Hello Kelly has sold over 15,000 combined copies of their two EPs independently as well as through Canadian Christian retail.  Francois Goudreault Jr., Hello Kelly’s lead singer/guitarist and songwriter, says this about Hello Kelly’s goal: “I remember when rock and roll was something that people talked about. I remember my parents filling my ears with Van Halen, The Scorpions, and Triumph – when conversations around the barbeque were about an artist’s latest guitar effect, not an artist’s latest clothing line. I want people to remember Hello Kelly like that.”

The band’s name brings about the question of ‘who is Kelly’? Goudreault explains, “Kelly is the reason Hello Kelly is on the road.  Kelly is anybody who listens. Kelly is that listener who doesn’t know who he or she is.  Hello Kelly exists to encourage Kelly to build their dreams.  Kelly is that listener who doesn’t know what he or she believes.  Hello Kelly exists to challenge Kelly to define their own beliefs.” 

For more information on Hello Kelly, please visit www.hellokellyonline.com or www.myspace.com/hellokelly.  Management requests can be sent to management@hellokellyonline.com  

For more information regarding 7 Spin Records and their artists, please visit www.7spinmusic.com.



{Januari 3, 2009}  

Nov 30

Hijau Daun Album Ikuti Cahaya :

Suara Ku Berharap By Hijau Daun Via ziddu [ is the best 2008 ]
Cobalah By Hijau Daun Via ziddu [ is the best 2008 ]
Selalu Begitu By Hijau Daun Via ziddu [ is the best 2008 ]
Dunia Lain By Hijau Daun Via ziddu
De Ja Vu By Hijau Daun Via ziddu
Lihatlah By Hijau Daun Via ziddu
Jatuh By Hijau Daun Via ziddu
Dewi By Hijau Daun Via ziddu



{Januari 3, 2009}  

LENGGIE



{Januari 3, 2009}  

SHURGA



{Januari 3, 2009}  

Sabila – Langit Ke-7

March 7, 2008 by Ronnie

null

Band baru jebolan Warner Music Indonesia ini cukup mempunyai satu nyali untuk bersaing dengan band-band baru Indonesia lainnya. Band yang terdiri dari 4 personil ini yaitu Alam Urbach ( Vokal ), Reggie Chasmala ( Drum ), Tyo Adrian ( Bass ), Denny Chasmala ( Guitars ) mencoba menuangkan lagunya dalam genre pop rock yang sedang maraknya di pasaran dan di dunia permusikan. Band yang menamakan album pertamanya dengan tajuk ” Langit Ke 7 ” mempunyai lirik yang mudah di cerna dan di mengerti oleh semua pecinta musik Indonesia khususnya remaja, karena lirik ini secara garis besar menceritakan tentang cinta yang memang banyak di gandrungi oleh remaja sekarang ini.

Tak hanya mengutip soal cinta, di album perdananya ini Sabila juga coba menuangkan cerita pribadi yang dirasakan oleh sang vokalis dan dirangkum dalam lagu yang berjudul ” Say No To Drugs “. Menyinggung soal drugs, dan bercerita sedikit tentang sang vokalis, sang vokalis memang pernah terpenjara dalam lingkaran setan itu tapi dia menemukan kehidupan ketika dia bergabung bersama Sabila. Yup…ternyata bermusik tak harus ” memakai “..mungkin itulah kalimat yang tepat untuk dunia permusikan Indonesia.

Tracklist:
1. Peduli Apa
2. Hanya Teman Biasa
3. Bidadari
4. Dulu Kau Cintaku
5. Jangan Harap Kembali
6. Langit Ke 7
7. Say No To Drugs
8. Lebih Baik Sendiri
9. Terlalu Cinta
10. Seperti Apa Aku Nanti
11. Mintalah



{Januari 3, 2009}  

Seven Soul – Long Journey

Tidak Seperti kebanyakan band-band baru yang tumbuh di industri musik Indonesia saat ini yang belomba-lomba bikin lagu ‘cengeng’ biar gampang dijual. Band ini hadir dengan single bernuansa acid jazz atau funk.

Terdiri dari Oscar “Big P” (Vocalis) Sandy “Like Earth” (Vocalis) Franky “eNyong”(Vocalis) Yedi “Bboy” (Vocalis) Zakee (Guitarist) Randy (Bassist) Adrian “Popo” (Drummer & Loop).

track list :
01. Intro
02. Bersamamu
03. Cemburu
04. You re My Everything
05. Sakit Hati
06. Dahulu
07. Will You Marry Me
08. Inikah Teman
09. Bukan Untukku



{Januari 3, 2009}  

Elven Band, Tidak Hanya Pikir Karir Musik

Elven Band

Berbeda dari kebanyakan band yang sepenuhnya berharap meraih sukses dalam karir musik, Elven Band masih melirik ke pekerjaan lain.

“Kita tidak meninggalkan pendidikan formal. Band kan ada yang berhasil, tapi ada juga yang muncul terus hilang,” kata vokalis Irfan Kusnanda, usai bandnya menggelar konser mini di Warung Prestasi, Bulungan, Jakarta, Senin,3/12-2007.

Konser itu merupakan langkah awal pertunjukan keliling di Pulau untuk promosi album “Elvenwotld”,
Irfan mengatakan, menjadi musisi dan artis merupakan cita-cita tetapi bukan satu-satunya pilihan hidup. Jika berhasil diterima masyarakat,
Elven Band akan terus berkiprah di pasar musik nasional, bahkan mungkin “go international”.

“Tapi kalau tidak (berhasil), kita punya pilihan lain,” katanya. Terbentuk tahun 2000, kelompok musik beranggotakan Irfan, Ade Suhendra (gitar), Karisma Ramadhan (dram), Hendy Dwi Ardhitama (bas), semula memakai nama Gakusei.

Nama tersebut menunjukkan bahwa mereka memainkan musik J-Rock (musik rock Jepang). Namun, sejak 2005 nama band diganti menjadi Elven (Peri laki-laki).

Menurut Irfan, konsep musik bandnya juga sedikit mengalami perubahan, unsur J-Rock 70 persen dan sisanya pop.

“Selain sentuhan musik rock Jepang, kita juga mengandalkan unsur fashion. Setiap kali manggung kita pakai sayap bulu, untuk kesan peri,” katanya menambahkan.

Album “Elvenworkd” berisi sembilan lagu, termasuk lagu Jenuh Mencinta, Tak Lagi Disampingmu, Melati, Memori, yang diharapkan meraih hits. Manajer band, Dana, mengungkapkan bahwa agenda tur Elven Band ke radio-radio di 24 kota di Pulau Jawa, dimulai dari Jakarta, kemudian Cirebon, Semarang Kudus, Pati, Rembang, Surabaya, Malang, Madiun, Solo, Jogja, Cilacap, Wonosobo, dan Bandung. (ant/ly)



et cetera