fani webpage











{Mei 8, 2009}  
11
Apr
09

” VIERRA “

vierra

Ketika remaja yang polos jatuh cinta, mereka akan berkarya sesuai hati mereka.

Ini yang memang seharusnya kita dengar dari para remaja. Band yang memberikan karya-karya yang polos, jujur, dan bangga dengan karya mereka sendiri. Tak perlu bersembunyi di balik lagu-lagu tua yang pernah ngetop dahulu kala. Band yang benar-benar fresh ini bernama Vierra. Sebuah band yang beranggotakan Widi (vokal), Kevin (keyboard), Raka (gitar), Trian (drum). Sebuah debut album berjudul My First Love, berhasil mereka lepas ke pasaran. Seperti judul albumnya, Kevin yang jadi motor band ini menggambarkan album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos.

Secara musikal, mereka lebih suka menyebut lagu-lagu mereka berada di jalur power pop atau pop disney. “Power pop, karena lagu-lagu pop versi kita, bisa membuat suasana lebih bersemangat. Lebih menghentak. Pop disney maksudnya, lagu-lagu kita banyak nada-nada vokal yang membuat kita serasa di dunia mimpi. Karena remaja memang penuh dengan mimpi dan harapan,” ujar Kevin yang juga mendominasi proses penciptaan lagu-lagu Vierra. “Makanya, dominasi keyboard di lagu-lagu Vierra juga lebih terasa,” tambahnya lagi.

Ya, sekarang ini band anak muda kebanyakan membuat lagu yang guitar base. Versi band yang keyboard base bisa dibilang agak langka. Ini bisa memberi diferensiasi antara Vierra dan band-band lain. Pola keyboard base ini bisa jadi karena Kevin memang ter-influence musikalitas sang ayah, Adie MS. “Tapi ini bukan sebuah paksaan. Campur tangan papa di urusan musikku hanya sampai memasukan aku ke les piano.” Jelas Kevin tentang campur tangan sang ayah. Bukti tentang bebasnya dari campur tangan sang ayah, bisa dilihat dari konsep musik yang berbeda antara Vierra dan Adie MS.

“Tapi Vierra bukan Cuma saya. Masih ada Widi, Raka dan Trian. Dan mereka punya musikalitas yang hebat sejak pertama kali kita ketemu,” Kevin mencegah kita melupakan personel yang lain. Itu yang membuat Kevin yakin dengan masa depan Vierra.

“Keinginan kita dengan album ini adalah untuk berbagi dengan semua orang. Sharing, tentang apa yang kita rasakan,” jelas Kevin lebih lanjut. Dan itu sangat terasa lewat single pertama mereka yang berjudul Dengarkan Curhatku. Anak muda memang enggak bisa lepas dari curhat. Sama teman, sama orang tua kadang sama orang baru kenal juga curhat. Benar-benar gak bisa lepas.

Vierra enggak Cuma bisa curhat. Anak anak muda ini bisa juga bermain dengan emosi. Kalau kita dengarkan lagu berjudul Perih, pasti kita memilih lagu ini sebagai soundtrack masa-masa patah hati kita. Notasi nada vokal dan piano benar-benar memberikan suasana yang mengiris hati.

Jangan dulu berasumsi Vierra akan banyak bermain dengan kesedihan cinta. Sekali lagi, perlu diingat kalau mereka menamakan musik mereka power pop. Karena mereka mereka punya lagu-lagu pop yang tetap bisa memicu adrenaline.

Nih, salah satunya lagu Bintang. “ Lagu ini groovy banget. Bakal bikin suasana jadi sangat menyenangkan. Dan ini memang lagu yang paling enak buat dipake manggung,” Ujar Kevin bersemangat. Dan anak-anak muda ini juga tak hanya bercerita soal cinta terhadap lawan jenis. Sebuah lagu berjudul Bersamamu, bercerita soal kebersamaan, keakraban di dunia pertemanan remaja. “Lebih universal,” jelasnya Kevin lagi.

Dan keinginan untuk sharing dengan lebih banyak orang juga membuat mereka menciptakan sebuah lagu dalam bahasa Inggris. Yaitu sebuah lagu berjudul No. Tapi ini bukan hanya karena mereka pengen kelihatan keren. Tapi karena mereka yakin pelafalan sang vokalis mereka memang bagus dalam bahasa Inggris.

Kepolosan, keyakinan dan keinginan untuk sharing jadi modal utama dari perjalanan Vierra. Dan sepertinya, itu semua modal yang mereka miliki memang bisa membedakan mereka dari band lain yang banyak beredar. Dan itu sebuah modal yang kuat untuk bisa menjaga eksistensi mereka di dunia musik. Tentunya dengan bantuan dari semua penikmat musik di Indonesia. Mari berbagi cerita bersama Vierra.

Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya “My First Love”.

Nama Vierra mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita mengingat single berjudul “Dengarkan Curhatku” ramai menghiasi radio dan televisi belakangan ini. Ya, lagu yang ceria dan easy listening tersebut memang cukup menyita perhatian khalayak. Musik yang ringan namun berbobot dihadirkan Vierra dalam lagu itu.

Secara keseluruhan, album yang ditelurkan band beranggotakan Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Trian (drum) ini sangat catchy. Konsep yang mereka hadirkan sungguh kreatif dan berbeda dari band kebanyakan.

Vierra menyebut musik mereka sebagai Power Pop atau Pop Disney dan hal itu benar terbukti dalam karya-karya mereka. Dengarkan saja tembang bertajuk “Perih”. Nuansa Power Pop tadi kental terasa dalam lagu ini, lirik boleh saja bercerita tentang kesedihan namun dibawakan dengan musik yang bersemangat dan menampilkan aura positif. Menarik Sekali.

Nuansa Pop Disney sendiri diwakilkan lagu berjudul “To Nessa”. Ornamen dalam lagu yang terdengar seperti lullaby (lagu pengantar tidur) ini sangat Disney yang lengkap dengan gaya operetnya. Musik ala orkestra yang megah pun terasa berpadu dengan indahnya.

Dari segi musikalitas, kemampuan Kevin cs nampaknya tak perlu diragukan lagi. Terlebih saat kita memperdengarkan lagu “Terbang”. Musikalitas tinggi ditampilkan Vierra sejak intro yang begitu megah. Aransemennya pun sangat apik.

Jangan heran jika sound keyboard atau piano mendominasi. Vierra memang ’sengaja’ membedakan diri mereka dari band-band lain yang kebanyakan menjadikan gitar sebagai base. Dominasi keyboard dan piano sangat kental terdengar saat kita memutar lagu yang diberi judul “Seandainya”.

Namun tak berarti sound gitar, bass serta drum ‘dilupakan’ begitu saja. Putar dulu tembang “No!” dan “Tears”. Kedua tembang berbahasa Inggris itu hadir dengan nuansa rock yang lengkap dengan distorsi gitar dan gebukan drum nan menghentak dada.

Ditengah menjamurnya band-band baru di ranah musik Indonesia, Vierra cukup bernyali dengan berani tampil beda. Namun hal itu pula yang dirasa penulis sebagai modal yang sangat bagus untuk menancapkan nama dan terus eksis di dunia yang penuh persaingan itu.

Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya “My First Love”.

Nama Vierra mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita mengingat single berjudul “Dengarkan Curhatku” ramai menghiasi radio dan televisi belakangan ini. Ya, lagu yang ceria dan easy listening tersebut memang cukup menyita perhatian khalayak. Musik yang ringan namun berbobot dihadirkan Vierra dalam lagu itu.

Secara keseluruhan, album yang ditelurkan band beranggotakan Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Trian (drum) ini sangat catchy. Konsep yang mereka hadirkan sungguh kreatif dan berbeda dari band kebanyakan.

Vierra menyebut musik mereka sebagai Power Pop atau Pop Disney dan hal itu benar terbukti dalam karya-karya mereka. Dengarkan saja tembang bertajuk “Perih”. Nuansa Power Pop tadi kental terasa dalam lagu ini, lirik boleh saja bercerita tentang kesedihan namun dibawakan dengan musik yang bersemangat dan menampilkan aura positif. Menarik Sekali.

Nuansa Pop Disney sendiri diwakilkan lagu berjudul “To Nessa”. Ornamen dalam lagu yang terdengar seperti lullaby (lagu pengantar tidur) ini sangat Disney yang lengkap dengan gaya operetnya. Musik ala orkestra yang megah pun terasa berpadu dengan indahnya.

Dari segi musikalitas, kemampuan Kevin cs nampaknya tak perlu diragukan lagi. Terlebih saat kita memperdengarkan lagu “Terbang”. Musikalitas tinggi ditampilkan Vierra sejak intro yang begitu megah. Aransemennya pun sangat apik.

Jangan heran jika sound keyboard atau piano mendominasi. Vierra memang ’sengaja’ membedakan diri mereka dari band-band lain yang kebanyakan menjadikan gitar sebagai base. Dominasi keyboard dan piano sangat kental terdengar saat kita memutar lagu yang diberi judul “Seandainya”.

Namun tak berarti sound gitar, bass serta drum ‘dilupakan’ begitu saja. Putar dulu tembang “No!” dan “Tears”. Kedua tembang berbahasa Inggris itu hadir dengan nuansa rock yang lengkap dengan distorsi gitar dan gebukan drum nan menghentak dada.

Ditengah menjamurnya band-band baru di ranah musik Indonesia, Vierra cukup bernyali dengan berani tampil beda. Namun hal itu pula yang dirasa penulis sebagai modal yang sangat bagus untuk menancapkan nama dan terus eksis di dunia yang penuh persaingan itu.

VOCAL :

widy vierra
“WIDY”

KEYBOARD ‘n SONG WRITER :

kevin vierra
“KEVIN”

GITAR :

raka vierra
“RAKA”

DRUM :

trian vierra
“TRIAN”

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: